Inspektorat Kab. Asahan Diminta Segera Proses Laporannya Kasus Dugaan Korupsi Dana BOS SMPN 7
Foto : Bormen Panjaitan Di Depan SMP Negeri 7 Kisaran
Sorot Kasus News – Asahan : Viralnya pemberitaan terkait dugaan Korupsi dana Biaya Operasional Sekolah (BOS) yang diduga dilakukan oleh Kepala Sekolah (Kepsek) SMP Negeri 7 Kisaran, Kabupaten Asahan Provinsi Sumatera Utara menyedot perhatian masyarakat.
Sebelumnya dikabarkan, Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Topan AD, Bormen Panjaitan mengatakan pihak Inspektorat Kabupaten Asahan telah meminta untuk segera melengkapi bukti bukti yang lebih akurat terkait laporannya.
“Beberapa hari yang lalu, pihak Inspektort Kabupaten Asahan sudah meminta kita untuk melengkapi bukti yang lebih akurat, terkait laporan kita sebelumnya” Terang Bormen.
Bormen menambahkan, terkait dugaan penyimpangan anggaran dan BOS SMP Negeri 7 Kisaran, dapat dilihat dari laporan Surat Pertanggung Jawaban (SPJ) sekolah, tahun anggaran 2023 dan tahun 2024.
Berdasarkan hasil investigasi, ada anggaran sebesar Rp. 118,525,000,- untuk pengembangan perpustakaan, tetapi masih adanya siswa yang tidak mendapatkan buku mata pelajaran, dan buku yang selalu diberikan adalah buku bekas.
Kegiatan ekstrakulikuler dengan anggaran Rp. 47,646,000,- dengan jumlah tersebut, kegiatan hanya dilakukan untuk kegiatan Paskibra dan Pentas Seni, bahkan dari sumber yang didapat, pihak sekolah juga masih melakukan kutipan dari siswa sebesar Rp.5000 per minggu setiap siswanya.
Biaya administrasi sekolah dengan anggaran Rp 103,807.310, hal ini tentunya menjadi perhatian bagi orang tua siswa, karena laporan pertanggung jawaban sekolah dinilai janggal dan disinyalir dijadikan ajang korupsi.
Kepala Sekolah ( Kepsek ) SMP negeri 7 Kisaran Nikson Jhonson Sinaga saat di temui di ruang kerjanya mengakui adanya kutipan uang dari siswa, tetapi untuk keperluan uang kas masing masing siswa.
“Ada kutipan dari siswa oleh siswa dan wali kelas siswa melalui peguyuban orang tua siswa, dan itu juga sudah kesepakatan antara wali kelas dengan orang tua siswa” jawabnya.
Nikson Jhinson Sinaga juga mengaku, kalau dirinya sudah dipanggil oleh pihak Inspektort Kabupaten Asahan terkait laporan Bormen Panjaitan sebelumnya.**Skn/Heri Setiadi
BACA JUGA :

Pt. Samakta Indo Mandiri Diduga Berikan Keterangan Palsu “Positif Narkoba” Untuk Memecat Karyawannya

Praktisi Hukum Soroti Biaya Visum RSUD HAMS Kisaran Untuk Proses Lidik Atas Kasus Korban Kekerasan Seksual, Min...

Ketum DPP IWO Indonesia Minta Penyidik Polresta Kerawang Harus Tetap Objektif dan Independen Terkait Penanganan...

Barcode Absensi 177 Desa Rp. 3,5 Juta Per Unit Diduga Mark-Up, Inspektorat dan Kejaksaan Turun Tangan Lakukan P...

Pemkab Dianggap Tutup Mata, Biaya Visum dan Medical Check-Up RSUD HAMS Kisaran Diduga Dijadikan Ajang Korupsi




