PT. KIM Di Kab. Kuansing Diduga Gunakan BBM Bersubsidi Dan Tak Miliki Izin Bangunan, APH Diminta Periksa Kegiatan Operasionalnya
Foto : Lokasi Pembuatan Pabrik Kelapa Sawit Yang Diduga Milik Pt. KIM
Sorot Kasus News – Kuansing : Pembangunan Pabrik Kelapa Sawit (PKS) yang sedang berlangsung di Desa Pesikaian Kecamatan Cerenti Kabupaten Kuansing provinsi Riau, jadi sorotan.
Pasalnya Pembangunan Pabrik Kelapa Sawit ( PKS ) yang berada di lokasi Kecamatan Cerenti Kabupaten Kuantan Singingi diduga tidak mengantongi Izin Persetujuan Bangunan Gedung ( PBG ) dan Perizinan Usaha Perkebunan . Selain itu kegiatan operasionalnya diduga menggunakan Bahan Bakar Minya ( BBM ) bersubsidi.
Berdasarkan hasil pantauan dilapangan, diketahui pemilik bangunan PKS tersebut dimiliki oleh Pt. Karya Indopalma Makmur ( KIM )
Tedi, orang yang mengaku sebagai perwakilan dari Pt. KIM mengatakan kepada awak media Sorot Kasus News kalau seluruh perizinan Pt. KIM dalam proses pengurusan.
“Dokumen perizinan kita sedang dalam pengurusan bang “ Ucapnya
Saat di singgung terkait proses pengurusan dokumen perizinan, Tedi tidak dapat merincikan secara detail, sejauh apa proses pengurusannya.
Padahal dalam Peraturan Pemerintah nomor. 21/Permentan/KB.410/6/2017 tentang Perubahan Kedua Atas Peraturan Menteri Pertanian Nomor 98/Permentan/OT.140/9/2013 tentang Pedoman Perizinan Usaha Perkebunan wajib dimiliki termasuk izin PKS.
Di lokasi pembuatan Pabrik Kelapa Sawit ( PKS ) juga terlihat adanya sejumlah alat berat dan genset yang di duga menggunakan BBM bersubsidi.
Aparat Penegak Hukum ( APH ) Polres Kuansing bersama Pemerinta Kabupaten Kuansing harus dapat bersikap tegas dalam menyikapi persoalan yang terjadi.
Salah satu masyarakat disekitar lokasi saat di mintai tanggapannya terkait adanya BBM bersubsidi yang di duga digunakan untuk pembangunan Proyek PKS tersebut sangat menyayangkan lemahnya pengawasan pihak Kepolisian dalam melakukan pengawasan terhadap penyalahgunaan BBM bersubsidi.
“Harusnya Pihak Aparat Penegak Hukum Tegas dalam menyikapinya, jangan beraninya hanya pada rakyat kecil, BBM Subsidi itu kan diperuntukan untuk masyarakat, bukan untuk pengusaha” Kesalnya.**Skn/Andi
BACA JUGA :

Pt. Samakta Indo Mandiri Diduga Berikan Keterangan Palsu “Positif Narkoba” Untuk Memecat Karyawannya

Praktisi Hukum Soroti Biaya Visum RSUD HAMS Kisaran Untuk Proses Lidik Atas Kasus Korban Kekerasan Seksual, Min...

Ketum DPP IWO Indonesia Minta Penyidik Polresta Kerawang Harus Tetap Objektif dan Independen Terkait Penanganan...

Barcode Absensi 177 Desa Rp. 3,5 Juta Per Unit Diduga Mark-Up, Inspektorat dan Kejaksaan Turun Tangan Lakukan P...

Pemkab Dianggap Tutup Mata, Biaya Visum dan Medical Check-Up RSUD HAMS Kisaran Diduga Dijadikan Ajang Korupsi




