Oktober 25, 2026

Paul Tambunan : Winda Meninggal Dibunuh Atau Bunuh Diri, Menggunakan Senpi Milik Suaminya, Oknum Polisi Berpangkat Bripka IH

Paul Tambunan : Winda Meninggal Dibunuh Atau Bunuh Diri, Menggunakan Senpi Milik Suaminya, Oknum Polisi Berpangkat Bripka IH

Foto Ilustrasi Keluarga Almarhum Winda Bersama Kuasa Hukum Paul Tambunan, SH.

Sorot Kasus News – Medan : Kepergian Winda Lorenza Gowasa (31) istri anggota Polisi yang bertugas di Polsek Medan Sunggal Polrestabes Medan masih menjadi tanda tanya besar bagi keluarga, “dibunuh atau bunuh diri”.

Dihadapan ibu kandung korban, Yestin Laia, ayah Korban, serta adik kandung korban Ica yang didampingi oleh kuasa hukum keluarga, Paul Tambunan, Tim Investigasi Sorot Kasus News menyampaikan ucapan belasungkawa atas meninggalnya Winda Lorenza Gowasa.

“Kami datang kesini karena panggilan hati, tidak ada niat yang lain, saya melihat kematian Winda ini janggal dan tak wajar, itu pun saya mengetahuinya dari foto dan video viral yang beredar di medsos” ucap Yudha yang diketahui sebagai Pemred Sorot Kasus News.

Paul Tambunan mengatakan, memaparkan adanya kejanggalan kejanggalan yang terjadi, yang pertama adalah, saat keluarga korban mendatangi lokasi tempat kejadian perkara ( TKP ) yang berada di Komplek Bumi Asri, Blok G230, Kelurahan Cinta Damai, Kecamatan Medan Helvetia, Kota Medan, pada Minggu (2/8/2026), tepat rumah milik Bripka IH, keluarga tidak dibolehkan untuk melihat jasad Winda.

“Saat itu keluarga dilarang untuk melihat, ada seorang Polwan yang melarang, dan kami menduga oknum Polwan itu diduga diperintahkan oleh keluarga Bripka IH” sebutnya Paul Tambunan.

Dilanjutkannya, saat jenasah telah selesai dilakukan otopsi di Rumah Sakit Bhayangkara Medan, pihak keluarga korban juga tidak boleh untuk mefoto bahkan memvideokan kondisi jasad korban, bahkan salah satu dari pihak keluarga Bripka IH menyarankan agar jenasah Winda harus segera dilakukan pemakaman, namun permintaan itu di tolak oleh ibu kandung korban, Yestin Laila.

“Kalau kajanggalan lain, ini justru kami heran, kenapa pihak keluarga Bripka IH yang menyuruh untuk buru buru segera di kebumikan, padahal Winda sendiri rumah orang tuanya ada, bahkan keluarga besarnya juga tinggal di Medan” tambah Paul.

Karena permintaan dari salah satu keluarga Bripka IH di tolak oleh ibu kandung korban untuk segera mengkebumikan jenasah Winda, akhirnya Winda pun disemayamkan di rumah orang tuanya.

Masih menurut keterangan dari Paul Tambunan, Setelah jenasah dibawa pulang kerumah orang tuanya, terlihat ada beberapa lebam dan beberapa bekas jahitan yang diduga bekas luka terbuka di bagian tubuh Winda.

“Dikelopak matam lebam kehitaman, kening pada sisi kanan cekung, di bagian tenggorokan ada bekas sayatan, di bagian paha juga lebam, jari jari kuku sebagian berwarna biru kehitaman, bagian perut ada bekas sayatan, dan di bagian pergelangan kaki terdapat lebam” jelasnya.

Namun Paul juga tak mengatakan kalau itu bekas penganiayaan, karena dirinya bukan ahli forensik, namun yang sangat disayangkan, kenapa pihak forensik RS Bhayangkara dan pihak Kepolisian terlalu cepat mangeluarkan statemen kalau kematian Winda akibat bunuh diri, ini kan terlalu janggal dengan bukti dan fakta yang terdapat pada jasad korban, kesalnya.

Yestin laia, ibu kandung korban juga berharap kepada Presiden Prabowo, Kapolri Jenderal Listyo Sigit agar dapat membantu dirinya untuk mengungkap kasus kematian anaknya yang di nilai tidak wajar.**Skn / Sam Buulolo

Bagikan Ke :