Kematian Winda Lorenza Penuh Dengan Kejanggalan, Keluarga Berharap Kapolri dan Presiden RI Turun Tangan
Foto : Kondisi Jasad Winda Lorenza Penuh Lebam
Sorot Kasus News – Medan : Kematian Winda Lorenza yang dikabarkan akibat bunuh diri dengan menggunakan senjata api jenis pistol milik mantan suaminya yang bertugas di Polsek Medan Sunggal Polrestabes Medan masih menyisakan tanda tanya bagi keluarga.
Sebelumnya telah dikabarkan, peristiwa kematian tersebut terjadi pada hari Minggu, 2 Agustus 2026 sekitar pukul 11.00 WIB di rumah Bripka IH yang berada di kawasan komplek Perumahan Bumi Asri Kecamatan Medan Helvetia.
Namun Bripka IH ( Red – Mantan Suami Korban ) melaporkan hal tersebut kepada ibu kandung korban sekitar pukul. 13.30 WIB dengan mengatakan Winda Lorenza meninggal akibat bunuh diri dengan cara menembakkan dirinya dengan senjata api pistol milik Bripka IH.
Menurut pengakuan ibu kandung korban, Yestin Laia, Bripka IH mengatakan saat itu korban mengambil pistol milik Bripka IH yang berada didalam tas milik nya yang terletak diatas meja.
“Katanya anak saya bunuh diri dengan cara menembak dirinya dengan pistol Bripka IH didalam kamar mandinya” ucap Yestin, (04/08/2028)
Hal ini juga dibenarkan oleh Kabid Humas Polda Sumatera utara, Kombes Pol Ferry Walintukan, bahwa almarhum Winda mengakhiri hidupnya dengan cara bunuh diri.
Kombes Pol Ferry Walintukan juga mengatakan, berdasarkan keterangan Bripka IH, saat itu ia meletakkan pistol milik nya yang berada didalam tas di atas meja, kemudia ia lihat tas tersebut sudah terbuka dan kemudian ia mencari dimana pistol tersebut, hingga akhirnya diketahui bahwa pistol tersebut dibawa korban kedalam kamar mandi.
“Akhirnya diketahui bahwa yang membawa adalah almarhum mantan istri yang bersangkutan. Pas dicek, almarhum sedang ada di kamar mandi,”Ujar Kombes Pol Ferry Walintukan seperti di kutip dari Kompas.com
Pihak Keluarga Mengatakan Banyak Kejanggalan
- Dilarang untuk melihat kondisi Jenasah pada saat mendatangi lokasi tempat kejadian ( Red – Rumah Bripka IH )
Setelah mendapat kabar Winda meninggal dengan cara bunuh diri, ibu kandung korban bersama keluarga lainnya mendatangi rumah milik Bripka IH yang berada di komplek Perumahan Bumi Asri.
Namun saat dilokasi keluarga dilarang untuk melihat kondisi jenazah Winda, oleh personel Polisi yang berjaga di lokasi kejadian.
Pihak keluarga baru bisa melihat jenasah tersebut setelah 2 hari kemudian, pada tanggal 4 Agustus 2026, setelah jenasah dilakukan otopsi di Rumah Sakit Bhayangkara Medan.
- Kondisi Jenasah dipenuhi lebam disekujur tubuhnya diduga dianiaya terlebih dahulu sebelum meninggal dunia.
Kepada wartawan, Yestin Laia mengatakan kondisi jasad Winda dipenuhi lebam di sekujur tubuh, mulai dari jari jari tangan nya, pergelangan telapak kaki, hingga yang paling parah terlihat lebam di bagian kelopak mata disebelah kanan.
Keluarga Membantah Winda Mendatangi Rumah Bripka IH
- Bripka IH dengan Winda sudah lama berpisah
Berdasarkan keterangan dari ibu kandung korban, Bripka IH dan Winda sudah lama berpisah, dan dikatakan bahwa selama ini Winda bersama anak laki lakinya yang bernama Marvel Harfea menetap di Jakarta, di salah satu rumah milik keluarga korban.
Hingga pada bulan Mei 2026, Bripka IH datang untuk menjemput anaknya, dan di bawa ke Medan ( Red – Rumah Bripka IH ).
Selang sebulan kemudian, Winda Lorenza di jemput oleh ibu kandung Bripka IH, tepatnya di awal Bulan Juni 2026, dikarenakan, antara Bripka IH dan korban akan rujuk kembali.
“Bukan Winda yang mendatangi rumah Bripka IH. Tetapi ibu kandung nya lah ( Red – Mertua Korban ) yang menjemput Winda di jakarta, karena dikatakannya mereka akan rujuk kembali” beber Yestin Laila. (05/8/2026) kepada wartawan Sorot Kasus News.
- Meminta rujuk kembali.
Selain itu, Yestin juga membeberkan, permintaan untuk rujuk kembali bukan dari keinginan Winda, melainkan dari pihak Bripka IH.
Jadi tidak benar adanya berita yang beredar, bahwa Winda mendatangi rumah Bripka IH untuk meminta rujuk, karena di tolak akhirnya bunuh diri, padahal jauh sebelumnya Bripka IH dan keluarganya lah yang memeinta untuk rujuk, sebut Yestin.
Kekecewaan keluarga Korban
Pihak keluarga sangat kecewa atas statement dari berbagai pihak yang seakan-akan membenarkan penjelasan atau keterangan sepihak dari Bripka IH, tanpa terlebih dahulu menggali fakta yang sebenarnya secara objektif dan berintegritas dengan melihat kondisi jasad korban yang penuh memar dan lebam membiru disekujur tubuh.
Tidak hanya itu saja, pihak keluarga juga sangat menyayangkan sekali atas pernyataan dari pihak Kepolisian Polda Sumatera Utara dan Kapolrestabes Medan dengan cepat mengklaim bahwa almarhum bunuh diri, ujar ibu kandung almarhum dengan sedih.
Meminta Keadilan Kapolri dan Presiden Prabowo
Yestin Laila dan keluarga besarnya meminta keadilan dan perlindungan hukum atas kasus yang menimpa anaknya, Winda Lorenza yang diduga meninggal tidak wajar.
Ia berharap Kapolri Jendral Listyo Sigit Prabowo dan Presiden Republik Indonesia dapat membantu mengusut atas kematian anaknya, karena menurut nya, diduga Winda terlebih dahulu dianiaya dan kemudian diduga dibunuh oleh mantan suaminya Bripka IH.
“Kami berharap agar bapak Kapolri dan bapak Presiden dapat membantu kami demi keadilan di negeri ini, kalau Winda bunuh diri, kenapa terdapat banyak lebam di sekujur tubuhnya, kami menduga Winda meninggal dibunuh oleh Bripka IH yang sebelumnya dianiaya terlebih dahulu” ucap Yestin.**Skn/Samahato Buulolo


