Angkat Rahim Tanpa Persetujuan Pasien di Medan, Rumah Sakit Ini Jadi Sorotan Publik
Foto Ilustrasi Operasi

Sorot Kasus News – Medan : Viralnya pemberitaan terkait adanya dugaan malpraktik yang terjadi di salah satu Rumah Sakit Umum ( RSU ) di Medan , menjadi perbincangan publik.
Dikabar sebelumnya, Seorang pasien bernama MM (48), warga Medan, mengaku menjadi korban dugaan malapraktik di RSU Muhammadiyah Sumut setelah menjalani operasi pada Februari 2026.
Berdasarkan informasi yang di kutip dilapangan, awal mulanya pasien berinisial MM (48) mendatangi Klinik Citra Bakti, untuk memeriksakan penyakit yang dialaminya.
Namun pihak klinik menyarankan MM agar dirujuk ke RSU Muhammadiyah Sumut, lataran di klinik tersebut tidak memiliki dokter spesialis.
Pada tanggal pada 13 Januari 2026, MM di diagnosa mengidap penyakit miom uteri, atau daging tumbuh di area dinding rahim oleh pihak RSU Muhammadiyah.

Dan sebulan kemudian, tepatnya pada tanggal pada 13 Februari 2026, MM kembali mendatangi RSU Muhammadiyah tersebut, untuk mendapatkan penanganan medis lanjutan, Dan Dokter di RSU tersebut pun menyarankan agar MM dilakukan operasi karena di area rahimnya keluar cairan yang cukup banyak.
Akhirnya pada tanggal 20 February 2026, Operasi pun dilakukan, Namun pada tanggal 26 Februari 2026, muncul infeksi nanah pada bekas jahitan operasi di perutinya, Kemudian ia kembali mendatang RSU Muhammadiyah untuk mempertanyakan kondisi yang ia alami, dan ia pun menjalani perawatan selama 5 hari.
“Karena tidak ada perubahan, akhirnya saya berniat untuk pindah rumah sakit ( Red – RSU Haji Medan )” Sebut MM kepada wartawan.
Setibanya di RSU Haji Medan, pihak rumah sakit pun meminta hasil laporan Patologi Anatomi (PA), yaitu hasil pemeriksaan medis milik MM yang sebelumnya dilakukan penanganan medis nya di RSU Muhammadiyah.
“Saya mengetahui kalau Rahim saya telah diangkat berdasarkan keterangan dari pihak RSU Haji Medan, setelah laporan PA di serahkan ke Mereka, tentunya saya kaget mendengar hal ini” Sebut MM.
Lebih lanjutnya, MM juga mengatakan, kejadian yang dialaminya dirinya sendiri tidak tau menau soal terjadinya pengangkatan rahimnya, kata doketr yang disana ( Red – RSU Muhammadiyah ) saya hanya kekurangan nutrisi saja. Terang MM.
Mendengar keterangan dari dokter di RSU Haji Medan, akhirnya MM bersama keluarganya mendatangi kembali RSU Muhammadiyah, sekira pukul 11.15 WIB pada tanggal 21 April 2026.
Kepala Bagian Umum dan SDM, Ibrahim Nainggolan, saat dikonfirmasi menyatakan seluruh prosedur medis yang dilakukan terhadap pasien MM sudah sesuai standar, termasuk proses edukasi dan persetujuan tindakan.
Dijelaskannya, sejak awal pasien telah didiagnosis miom dengan kondisi tertentu yang memungkinkan dilakukannya pengangkatan rahim sebagai bagian dari tindakan medis.
“Sudah kami jelaskan kepada pasien dan keluarga, dan saat itu sempat terjadi penolakan, kemudian mereka datang lagi sekitar sebulan berikutnya, dan menyetujui serta menandatangani persetujuan operasi tersebut,” jelasnya.
Namun berdasarkan keterangan dari MM sendiri, Pengangkatan rahim nya tanpa persetujuan dirinya maupun keluarga, MM juga menjelaskan, Saat itu pihak rumah sakit meminta persetujuan, namun surat persetujuan itu tidak ada untuk disuruh membaca dan langsung dimiinta untuk segera di tanda tangani.
“Tidak ada kami di suruh membacanya, kami juga kan gak ngerti itu surat apa, kami berfikir mungkin karena itu urgen atau gimana, sehingga kami tanda tangani saja” bebernya.
Melalui kuasa hukum nya, Ojahan Sinurat, S.H, kasus yang menimpa pada klien nya akan di tempuh melalui jalur hukum, karena menurutnya ada dugaan malpraktik yang terjadi.
“Apa yang terjadi pada klien saya, akan kita tempuh melalui jalur hukum, karena kami menduga adanya malparktik yang terjadi” tegas Ojahan, S.H.
Di tempat terpisah, Kepala Seksi Pelayanan Kesehatan Rujukan, Dinas Kesehatan Sumatera Utara, dr. Muhammad Emirsyah Harvian Harahap memastikan pihaknya telah menurunkan tim untuk melakukan pemeriksaan.
“sudah ada tim Satgas Dinkes Sumut yang melakukan monitoring dan evaluasi terkait adanya dugaan malapraktik di RSU Muhammadiyah,” Sebutnya.**Skn/999

