April 20, 2026
Beranda » Akibat Dampak Banjir Dan Longsor, Harga Cabai Mencapai Rp. 130 Ribu Perkilogram

Akibat Dampak Banjir Dan Longsor, Harga Cabai Mencapai Rp. 130 Ribu Perkilogram

Akibat Dampak Banjir Dan Longsor, Harga Cabai Mencapai Rp. 130 Ribu Perkilogram

Foto Ilustrasi Anggota Komisi II DPRD Kota Pekanbaru, Rizky Bagus Oka

Sorot Kasus News – Pekanbaru : Akibat terjadinya bencana banir dan longsong yang terjadi di beberapa wilayah di Sumatera Barat dan Sumatera Utara, Harga sejumlah komoditas bahan pokok di Kota Pekanbaru melonjak tajam.

Berdasarkan data yang di dapat dilapanngan, data kenaikan harga bahan pokok yang sangat tinggi di beberapa pasar tradisional, terdapat pada harga kebutuhan cabai merah yang tembus di angka Rp. 130 ribu perkilogramnya, diikuti oleh kenaikan harga pada cabai hijau, cabai rawit, bawang merah, dan sayuran segar lainnya.

Baca Juga :  Gubernur Sumut Bobby Nasution Diminta Akui Tak Mampu Tangani Banjir Dan Longsor, Sebut Sutrisno Pangaribuan

Anggota Komisi II DPRD Kota Pekanbaru, Rizky Bagus Oka, menyampaikan keprihatinannya atas kenaikan harga yang cukup tinggi akibat dari dampak teradinya banjir dan longsor di sejumlah daerah di Sumatera Barat dan Sumatera Utara.

Ia meminta agar pemerintah dapat segera merespon tentang lonjakan harga kebutuhan pokok yang mengalami kenaikan harga cukup tinggi.

“Kenaikan harga sudah mencapai Rp 130 ribu perkilogram untuk harga cabai merah, pihak pemerintah dalam hal ini harus segera meresponnya,” tegasnya.

Ia mendesak Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait untuk segera mengambil langkah intervensi jangka pendek. Intervensi yang diminta meliputi pelaksanaan operasi pasar di lokasi terdampak, intervensi harga untuk komoditas kritis, dan pengetatan pengawasan distribusi untuk mencegah terjadinya penimbunan.

Selain solusi jangka pendek, ia menyoroti pentingnya percepatan pembangunan Pasar Induk Pekanbaru sebagai solusi struktural jangka panjang.

“Kita butuh Pasar Induk yang benar-benar berfungsi sebagai pusat distribusi dan stabilisasi harga. Dengan pasar induk yang kuat, kita bisa menjaga stok, mendapatkan harga yang lebih kompetitif, dan tidak tergantung pada satu jalur distribusi saja,” tambahnya.**Red/999

Bagikan Ke :