Medan Kota Pertama Di Indonesia Yang Menerapkan Sistem Aplikasi Qresto, Begini Kata Wali Kotanya
Foto : Wali Kota Medan Rico Waas Saat Menghadiri Peluncuran Aplikasi Qresto

Sorot Kasus News โ Medan : Sebuah sistem aplikasi pembayaran pajak daerah yang menerapkan mekanisme split bill ( pemisahan tagihan) secara real-time, resmi di luncurkan Medan.
Sistem aplikasi ini disebut dengan nama aplikasi Qresto, yang menerapkan sistem pemisahan otomatis antara pembayaran makanan dan pajak restoran, kafe hingga hotel yang langsung masuk ke kas daerah, Dan Pemko Medan adalah kota pertama di Indonesia yang menggunakan aplikasi tersebut.
Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas, saat menghadiri acara peluncuran aplikasi ini mengatakan, dengan hadirnya aplikasi Qresto dapat menjawab keraguan masyarakat terkait transparansi penyaluran pajak restoran yang selama ini dibayarkan oleh masyarakat.
“Selama ini sistem self-assessment yang di gunakan, Dengan hadirnya Qresto masyarakat dapat membayar makanan dan pajaknya hari itu juga yang langsung terpisah (split) dan masuk ke Rekening Kas Umum Daerah (RKUD). Tidak ada lagi dana yang mengambang,” Ucapnya.
Ia juga menambahkan, sistem ini adalah bentuk dari kreativitas dalam meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) tanpa melanggar regulasi area privat pengusaha.

Melalui kerjasama antara Bank Indonesia (BI), Bank Sumut, dan Pemko Medan, setidaknya memiliki tiga dampak positif, di antaranya yakni akurasi data melalui pencatatan pajak secara langsung dan akurat, lalu meminimalisir kebocoran pajak, khususnya di sektor restoran, kafe dan hotel, serta membangun kepercayaan publik terhadap pajak yang dibayarkan.
Terpantau dilokasi peluncuran aplikasi Qresto, Kepala Perwakilan Bank Indonesia, Provinsi Sumut, Rudy Hutabarat, Kepala Kantor Perwakilan LPS I Medan, Jimmy Ardianto, Direktur TI dan Operasional Bank Sumut, Sandhy Sofian, serta Kepala Bapenda Kota Medan, M. Agha Novrian, yang berlangsung di restoran Sushi Tei Sun Plaza, Senin (27/4/2026)
Masih di tempat yang sama, Kepala Perwakilan Bank Indonesia, Provinsi Sumut, Rudy Hutabarat, menjelaskan program ini merupakan salah satu upaya Bank Indonesia untuk mendorong optimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui digitalisasi transaksi keuangan.
Ia berkayakinan, dengan sistem yang terintegrasi, penghasilan daerah akan dapat meningkat dan iakan digunakan untuk pembangunan, dan kesejahteraan rakyat.
Tidak hanya itu saja, Direktur TI dan Operasional Bank Sumut, Sandhy Sofian juga mengatakan sinergitas antara Pemko Medan, BI dan Bank Sumut sangat bagus, sehingga aplikasi ini dapat diselesaikan dengan cepat.**Skn/999

