April 22, 2026
Beranda » Banjir Bandang Dan Longsor Yang Terjadi Di 8 Kota Di Sumut, 17 Orang Meninggal Dunia, 58 Orang Luka

Banjir Bandang Dan Longsor Yang Terjadi Di 8 Kota Di Sumut, 17 Orang Meninggal Dunia, 58 Orang Luka

Banjir Bandang Dan Longsor Yang Terjadi Di 8 Kota Di Sumut, 17 Orang Meninggal Dunia, 58 Orang Luka

Sorot Kasus News – Tapanuli Tengah : Akibat terjadinya banjir bandang dan longsor yang menerjang di tujuh lokasi kabupaten dan kota di Sumatera Utara sejak 24 – 25 November 2025, Badan Nasional Penanggulangan Bencana ( BNPB ), sampai saat ini mencatatat ada 17 orang warga yang meninggal dunia, dan 58 orang mengalami luka.

Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, mengatakan ada empat kabupaten/kota yang musibah longsor dan banjirnya datang bersamaan, yakni Kota Sibolga, Tapanuli Utara, Tapanuli Tengah, dan Tapanuli Selatan.

Baca Juga :  Koramil 01/BT Bantu Evakuasi Warga Yang Terdampak Banjir Di Batangtoru, Tapanuli Selatan

Sementara itu, tiga wilayah lain seperti Kota Padangsidimpuan, Kabupaten Mandailing Natal, dan Nias Selatan hanya terendam banjir saja.

Abdul Muhari menjelaskan, banjir yang terjadi di Kota Sibolga, meliputi wilayah Kecamatan Sibolga Utara, Sibolga Selatan, dan Kota.

“Ada beberapa rumah dan kendaraan yang ikut terseret dengan arus banjir, arus air itu juga membawa material seperti lumpur, batang pohon, puing bangunan, dan sampah rumah tangga” Ucapnya.

Berdasarkan data yang di dapat dari Polda Sumut, akibat longsor yang terjadi ada lima orang warga yang meninggal dunia.

Dilanjutkannya, peristiwa yang terjadi di Tapanuli Selatan berdampak di 11 kecamatan, yakni Kecamatan Sipirok, Marancar, Batang Toru, Angkola Barat, Muara Batang Toru, Angkola Sangkunur, Angkola Selatan, Sayur Matinggi, Batang Angkola, Tanah Timbangan, dan Angkola Muaratais.

“Ada 8 warga yang meninggal dunia, 58 luka-luka, dan 2.851 warga terpaksa harus di ungsikan” Lanjutnya

Ia juga mengatakan, di wilayah Kabupaten Tapanuli Utara juga mengalami banjir dan longsor, hingga berdampak pada dua jembatan terputus.

Kemudian banjir juga terjadi di Kabupaten Tapanuli Tengah, banjir terjadi di sembilan kecamatan, antara lain Kecamatan Pandan, Sarudik, Badiri, Kolang, Tukka, Lumut, Barus, Sorkam, dan Pinangsori. Akibat musibah ini, sebanyak 1.902 unit rumah ikut terdampak.

Sementara itu, berdasarkan keterangan Bupati Tapteng Masinton Pasaribu, di wilayahnya ada empat orang yang meninggal dunia tertimbun longsor, terdiri dari seorang ibu dan tiga anaknya.

Abdul Muhari, juga menjelaskan bahwa data yang disampaikan oleh BNPB hanya bersifat sementara dan kemungkinan masih berpotensi mengalami perkembangan sesuai dengan hasil kaji cepat lanjutan di lapangan.**Skn/999

Bagikan Ke :