April 18, 2026
Beranda » Warga Mutiara Kisaran Keluhkan Air Bersih PDAM Tirta Silaupiasa Kerapa Kali Mati

Warga Mutiara Kisaran Keluhkan Air Bersih PDAM Tirta Silaupiasa Kerapa Kali Mati

Warga Mutiara Kisaran Keluhkan Air Bersih PDAM Tirta Silaupiasa Kerapa Kali Mati

Sorot Kasus News – Asahan : Warga Lingkungan 5 Kelurahan Mutiara Kecamatan Kisaran Timur Kabupaten Asahan Sumatra Utara (Sumut) mengeluhkan layanan air bersih yang kian memburuk. Air ledeng di wilayah tersebut sering mati dan hanya mengalir pada malam.Senin (2/12/2025)

Masalah ini membuat warga kesulitan memenuhi kebutuhan dasar sehari-hari seperti mandi, mencuci, dan memasak. Akibatnya, mereka terpaksa mengandalkan air hujan atau meminta kepada tetangga yang memiliki cadangan air.

Baca Juga :  Sempat Viral, SPBU Menjual Pertalite Bercampur Air Di Kisaran

Salah satu warga, menyebut kondisi ini mencerminkan buruknya pelayanan air bersih PDAM Tirta Pilaupiasa, Ia menilai pihak penyedia layanan air tidak serius dalam memperhatikan kebutuhan masyarakat.

Warga merasa kecewa karena masalah ini sudah berlangsung cukup lama tanpa ada solusi yang jelas. Mereka berharap ada langkah cepat dan nyata dari pihak terkait untuk memperbaiki situasi ini.

“Hampir setiap hari air PDAM Tirta Silaupiasa ini mati disaat masyarakat membutuhkan air bersih untuk aktivitas rutin. Air akan mati mulai dari pukul 5:30 pagi hingga malam pukul 21:00 WIB baru hidup kembali,” ujar sumber

Masyarakat lingkungan 5 Kelurahan Mutiara Kecamatan Kota Kisaran Timur sudah sering menyampaikan keluhan ini, namun management PDAM Tirta Silaupiasa tidak melakukan upaya perbaikan apapun.

“Kalau memang PDAM Tirta Silaupiasa tidak dapat melayani kebutuhan air bersih masyarakat, hendaknya Bupati Asahan segera mengganti Direktur PDAM,”Cetus sumber

Kami berharap hal ini dapat menjadi perhatian Pemkab Asahan, ironisnya, jangankan untuk mandi atau mencuci, air bersih untuk wudhu pun tidak pernah ada disaat Magrib tiba.

Air bersih adalah hak dasar masyarakat yang seharusnya dijamin ketersediaannya oleh pemerintah. Oleh karena itu, warga menuntut perbaikan segera agar mereka bisa kembali mendapatkan akses air bersih secara normal.**Skn/Edy Surya

Bagikan Ke :