Sungai Way Haru Meluap, Banjir Bandang dan Longsor Hantam Suoh, Puluhan Rumah Rusak
Foto : Proses Evakuasi Banjir Bandang Di Desa Banding Agung

Sorot Kasus News – Lampung Barat : Derasnya debit air hujan yang turun, membuat sungai Way Haru tak sanggup menahan debit air, hingga mengakibatkan terjadinya banjir bandang.
Akibat hal itu, aliran air sungai Way Haru meluap deras, dan membawa beberapa material lumpur dan kayu besar, sehingga dalam waktu hitungan jam, Desa Banding Agung diterjang banjir bandang yang disertai longsor.
Dari hasil informasi yang di himpun dilapangan, sebanyak lima unit rumah hanyut terbawa arus, sementara 80 rumah lainnya rusak parah.
Selain itu puluhan harta benda seperti sepeda motor dan satu unit mobil Avanza ikut terendam, ada yang sebagian tertimpa pohon oleh tumbang.
Evakuasi Warga di Tengah Malam

Petugas gabungan dari Polsek Bandar Negeri Suoh, BPBD Kabupaten, Babinsa, dan aparat Kecamatan bersama warga melakukan evakuasi penduduk yang terdampak banjir bandang.
Kabid Humas Polda Lampung Kombes Pol Yuni Iswandari Yuyun menegaskan bahwa aparat sudah bergerak cepat kelokasi bencana.
“Begitu laporan masuk, tim segera diterjunkan ke lokasi untuk membantu evakuasi warga yang terdampak banjir bandang dan longsor,” ujarnya.
Hasil evakuasi sementara bencana banjir bandang dan longsor tersebut, tidak ada korban jiwa, namun kerugian materi yang di timbukkan berkisar miliar rupiah.
Sampai saat ini, hujan yang terus mengguyur membuat debit air di Sungai Way Semangka kian meningkat, Desa Tugu Ratu dan Banding Agung kini berstatus siaga.
Mengingat semua aliran sungai di Suoh dan Bandar Negeri Suoh bermuara ke Way Semangka menuju Kabupaten Tanggamus.
“Kami meminta masyarakat tetap waspada karena curah hujan masih tinggi. Kondisi debit air di sungai-sungai besar belum sepenuhnya stabil,” kata Yuyun.
Polisi juga mengimbau agar warga tidak kembali ke rumah sebelum kondisi benar-benar aman. “Fokus utama kami adalah keselamatan warga. Jangan memaksakan diri pulang jika lokasi masih berisiko diterjang banjir susulan,” tegasnya.
“Kami mengajak seluruh elemen, baik pemerintah maupun masyarakat, untuk saling bergandengan tangan membantu korban. Kepedulian bersama sangat dibutuhkan agar mereka segera bangkit,” ungkap Yuyun.**Skn/Irfan

