Oktober 25, 2026

Puluhan Siswa MTs Negeri 2 Kisaran Diduga Keracunan MBG, Ketua LPAI Asahan Angkat Bicara

Puluhan Siswa MTs Negeri 2 Kisaran Diduga Keracunan MBG, Ketua LPAI Asahan Angkat Bicara

Foto : Wakil ketua bidang perlindungan anak Lembaga Perlindungan Anak indonesia Kabupaten Asahan, Asrial Mirza SH

Sorot Kasus News – Asahan : Puluhan siswa MTs Negeri 2 Kisaran terpaksa harus dilarikan ke rumah sakit ( RS ) setelah menyantap makanan bergizi gratis ( MBG ) pada senin, 14 September 2026.

Berdasarkan informasi yang di kutip dilapangan, ada 13 orang siswa dilarikan ke RSUD Haji Abdul Manan Simatupang, dan belasan orang lainnya dilarikan ke RS Wira Husada serta Klinik Rumkitban 01.08.01 Kisaran untuk mendapatkan perawatan secara intensif.

Awalnya dikethaui, puluhan siswa tersebut merasa pusing, sesak nafas, mual, nyeri perut, bahkan sampai mengalami muntah setelah menyantap menu program MBG.


Baca Juga : Diduga Keracunan Makan Bergizi Gratis, Puluhan Siswa MTs N2 Kisaran Dilarikan ke Rumah Sakit


Salah satu pihak sekolah yang diketahui sebagai staf  tata usaha sekolah, Rahmat Setiadi mengatakan dapur pengelola MBG tersebut dikelola oleh pihak Polres Asahan.

“Kalau tidak salah, Pak, dapur-dapur pengelola MBG ini dari pihak Polres (Asahan),” ujar staf Tata Usaha MTsN 2 Kisaran, Rahmat Setiadi saat mendampingi salah satu guru di RSUD HAMS Kisaran.

Menanggapi hal ini, wakil ketua bidang perlindungan anak Lembaga Perlindungan Anak indonesia Kabupaten Asahan, Asrial Mirza SH kepada wartawan mengatakan kejadian ini bukti Pemerintah Kabupaten ( Pemkab Asahan ) lemah dalam pengawasan terlaksananya program MBG.

Menurutnya, Kabupaten Asahan masuk dalam kategori Kabupaten Layak Anak, sudah sepantasnya Pemkab Asahan harus turun tangan dalam permasalahan ini.

“Pemkab Asahan harus segera ambil tindakan, selain pemulihan terhadap para siswa yang menjadi korban MBG,  yang tidak kalah penting adalah menyembuhkan trauma mereka secara psikologisnya” tegas  Asrial Mirza SH saat di mintai tanggapannya melalui pesan whatsapp. (15/9/2026)

Ia juga meminta, agar kasus kasus seperti ini jangan lagi membebani pihak sekolah, terutama para guru pengajar, karena menurutnya, akibat dari kelalain dalam menyajikan menu MBG yang mengakibatkan keracunan pada anak, akan mengganggu proses berlajar mengajar.

“Bertambah lagi kasus tentang anak, kita belum lagi selesai membahas tentang kasus kasus yang sering terjadi pada anak ( Red – Asusila, Buly ) kita bertambah lagi dengan persoalan baru” tambahnya.

Dijelaskanya, hal yang paling sulit mengatasi permasalahan anak adalah membangun mental dan psikologinya, karena ini akan berdampak pada perkembangan anak di masa depan, jadi jangan sampai anak mengalami trauma, sebutnya.

Ia juga mengajal berbagai pihak, khususnya Pemkab Asahan, untuk bersama sama mengawasi program MBG tersebut, bahkan bila perlu jika ini terulang lagi, pihak pengelola dapur segera dilaporkan secara pidana terkait undang undang kesehatan, dan undang undang perlindungan anak.

Sampai berita ini dilansir, belum ada pernyataan resmi yang di sampaikan oleh pihak Pemkab Asahan terkait persoalan ini.**Red/Zulham Nainggolan/Fadli

Bagikan Ke :