Agustus 25, 2026

Kapendam I Bukit Barisan Sebut Pembangunan Jembatan Sungai Lalimbo Nias Selatan Tetap Berlanjut

Kapendam I Bukit Barisan Sebut Pembangunan Jembatan Sungai Lalimbo Nias Selatan Tetap Berlanjut

Foto Doc : Pembangunan Jembatan Aramco Yang Dikerjakan Oleh TNI

Sorot Kasus News – Nias Selatan : Kekhawatiran masyarakat Desa Angorudua Balaekha Kecamatan Lahusa Kabupaten Nias Selatan Provinsi Sumatera Utara kini sudah terjawab.

Pasalnya, masyarakat khawatir pembangunan jembatan Sungai Lalimbo yang dikerjakan oleh prajurit TNI AD ( Red – Angkatan Darat ) Kodam I Bukit Barisan terhenti.

Menurut keterangan dari salah satu tokoh masyarakat yang berada dilokasi disekitar Desa Angorudua Balaekha Kecamatan Lahusa itu, mendapat kabar bahwa pembangunan jembatan tersebut tidak diteruskan.

Bahkan sebagian warga bertanya tanya mengapa pembangunan jembatan tersebut sempat terhenti, padahal menurut warga, kehadiran jembatan Sungai Lalimbo nantinya merupakan akses vital bagi warga setempat.

“Kenapa pembangunannya dihentikan, padahal kami semua disini sangat mendukung sekali, mulai dari lahan hingga tanaman warga yang terdampak akibat pembangunan nantinya akan diberikan dengan suka rela” Sebut salah satu tokoh masyrakat saat di temui awak media Sorot Kasus News. (01/7/2026)

Menanggapi hal itu, Kepala Penerangan Kodam ( Kapendam ) I Bukit Barisan, Kolonel Inf Sandy, S.I.P. saat di konfirmasi langsung merespon terkait adanya isu penghentian pembangunan jembatan Sungai Lalimbo itu.

Dikatakannya, sampai saat ini pembangunan jembatan tersebut masih terus berlanjut, namun terdapat kendala dilapangan, yaitu terkait masalah teknis.

“Pembangunan akan tetap berlanjut, memang sempat terhenti saat akan dimulainya pengerjaan, lantaran ada sedikit kendala” Ucap nya saat di konfirmasi melalui pesan whatsapp. (2/7/2026)

Ditengah kesibukannya, Kolonel Inf Sandy menjabarkan kendala yang dihadapi dalam pelaksanaan pembangunan jembatan Sungai Lalimbo tersebut adalah masalah medannya yang tidak dapat dilalui oleh kendaraan besar.

Dikatakannya, pada rencana awal pembangunan jembatan Sungai Lalimbo awalnya menggunakan jenis jembatan Modular, karena medan untuk menuju ke lokasi tidak dapat dilewati oleh mobil Lowbed Trailer ( Red – Truk Pengangkut Excavator ) sehingga jenis jembatan Modular di alihkan ke tempat lain.

Menurutnya, Pembangunan jembatan modular ini harus dikerjakan dengan menggunakan excavator, selain jalan yang sempit dan curam, untuk menuju ke lokasi juga terdapat tikungan “S” yang sangat sulit untuk dilalui.

“Karena adanya kendaala yang hadapi, pembangunan jembatan Sungai Lalimbo terpaksa di alihkan dengan menggunakan jenis jembatan Aramco, jenis jembatan ini lebih tepat dibangun di situ” Terangnya.

Ia juga meminta kepada masyarakat tak perlu khawatir, karena pembangunan jembatan Sungai Lalimbo akan tetap dikerjakan.

“Buat masyarakat jangan khawatir, sambil menunggu material Aramco datang, maka material Modular kami pindahkan ke lokasi yang terdekat” Sebutnya.

Kolonel Inf Sandy, S.I.P juga menyampaikan ucapan terima kasihnya kepada seluruh masyarakat Desa Angorudua Balaekha dan sekitarnya yang telah memberikan bantuan dan dukungannya, bahkan sampai memberikan tempat tinggal secara gratis kepada prajurit TNI yang akan bekerja membangun jembatan tersebut.**Skn/Samahato Buulolo

Bagikan Ke :