Agustus 25, 2026

Diduga Berita Hoaxs Oknum TNI Aniaya Warga Hingga Meninggal Dunia, Begini Faktanya.

Diduga Berita Hoaxs Oknum TNI Aniaya Warga Hingga Meninggal Dunia, Begini Faktanya.

Foto : Ilustrasi Berita Bohong ( Red- Hoaxs )

Sorot Kasus News – Pekanbaru : Beredar kabar tentang adanya oknum Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut ( TNI – AL ) dari satuan Badan Inteligen Strategis ( Bais ) melakukan penganiayaan terhadap dua orang yang di duga pelaku pencurian.

Berdasarkan hasil investigasi dilapangan, Oknum TNI – AL yang diketahui berinisial MT berpangkat Letnan Satu ( Lettu) dan dua orang warga yang di duga pelaku pencurian GS ( Almarhum ) serta rekan nya berinisial ST.

Awal mulanya, kedua orang yang di duga telah melakukan pencurian GS dan ST berada di salah kebun kosong, sekitar pukul 13.00 wib tanggal 15 Agustus 2025.


Baca Juga : Danrem 023/KS Resmikan Rumah Dinas Prajurit: “Dari Rumah Prajurit Lahir Masa Depan Bangsa”


Merasa curiga akan keberadaan GS dan ST, sehingga MT memergoki kedua nya yang diketahui sedang mengambil 10 buah sukun di ladang yang bukan milik nya.

Mengetahui keberadaan MT, akhirnya GS dan ST pun mencoba lari dengan sepeda motor milik mereka hingga menabrak MT yang persis di depan nya hingga kedua nya terjatuh dari sepeda motor.

Kemudian GS dan ST pun mencoba untuk menghidupkan sepeda motornya kembali dan mencoba untuk pergi, namun lagi lagi mereka terjatuh.

Akhirnya MT pun mamanggil mereka dengan berteriak “ Woi, Woi, Mau Kemana kalian” Sebut MT, Dan Saat itu lah warga sekitar yang mengetahui datang dan meneriaki kedua nya dengan maling, hingga akhirnya ada sebagian warga yang melintas memukulinya.


Baca Juga : Pangdam I/BB Saksikan LPS Financial Festival 2025, Ribuan Peserta Serbu Regale Medan


Salah satu warga berinisial ABM, yang diketahui penduduk setempat yang rumahnya persis bersebelahan dengan ladang pohon sukun mengatakan kalau pohon sukun itu bukan milik GS dan ST, dan kedua orang tersebut juga bukan warga setempat.

“GS dan ST itu bukan warga disini, mereka sering mengambil buah sukun di ladang itu, dan ladang itu dulu nya milik orang sunda, mereka dulu tinggal disini karena punya usaha buat kue lapis legit” Ucapnya saat di hubungi via sambungan Whtasapp nya.

Terkait mengenai GS dan ST yang dikabarkan dianiaya oleh Oknum TNI AL berinisial MT, ABM mengatakan saat kejadian itu, kondisi GS dan ST sudah di kerumuni warga, bahkan ada sebagian warga yang melintas juga ikut memukulinya, saya tidak melihat MT memukuli nya.

“Saya lihat GS dan ST sudah berdarah di daerah kepalanya, persis nya saya tidak tau di bagian mana nya, tapi yang jelas mereka itu di pukuli massa, entah orang yang sambil melintas entah warga disni saya kurang tau persis” Tambahnya.

Untung nya saat itu salah satu Babinsa berpangkat Sersan Satu ( Sertu ) EK cepat kelokasi kejadian, dan segera menghubungi  Polisi dari Sektor ( Polsek ) Lima Puluh Kota Pekanbaru.

Sekitar pukul 13.25 wib GS dan ST dibawa kantor Polisi untuk diamankan, sesampainya di Mapolsek Limah Puluh Kota Pekanbaru, sekitar Pukul 14.00 wib kedua nya di rujuk ke RS Bhayangkara Pekanbaru, untuk mendapatkan perawatan akibat luka robek di bagian kepalanya.

Kapolsek Lima Puluh Kota Pekanbaru, melalui Kanit Reskrim Polsek Lima Puluh Kota Pekanbaru AKP Safril saat di konfirmasi wartawan membenarkan adanya dua orang terduga pencurian 10 buah sukun di amankan di Polsek Lima Puluh.

“GS dan ST di bawa kesini karena diduga telah mencuri 10 buah sukun, kondisinya mengalami luka robek di bagian kepalanya, Tangan dibagian kanan mengalami lecet dan mengeluarkan dara, ST sendiri hanya luka robek dibagian kepalanya” Ucap AKP Safril

Terkait luka robek yang dialami GS dan ST, AKP Safril tidak dapat menjelaskan secara pasti, apakah luka tersebut akibat di amuk massa, atau luka akibat terjatuh dari kendaraan saat hendak kabur.

“Kami belum sempat olah TKP bang, sehingga kami tidak mengetahui secara persis luka robek di kepala GS dan ST itu karena di amuk warga atau karena terjatuh dari sepeda motornya” Tambahnya.

Dilanjutkan nya, karena melihat ada luka di bagian kepala nya, sehingga keduanya dilarikan ke RS Bhayangkara, dan sekitar tanggal 16 Agustus 2025 pihak RS Bahayangkara mengembalikan GS dan ST ke Polsek Lima Puluh.

“Setelah mereka di kembalikan ke kami (Red- Polsek), karena tidak ada yang melapor dan merasa kehilangan, maka GS dan ST pun kami serahkan kembali ke pihak keluarganya” Lanjut AKP Safril

Untuk memastikan seperti apa fakta dan kondisi GS dan ST saat di rawat di RS Bhayangkara, Tim Investigasi Sorot Kasus News mencoba mendatangi pihak RS Bhayangkara untuk mempertanyakan rekam medis GS dan ST.

“Betul pak, ada pasien rujukan dari Polsek Lima Puluh atas nama GS dan ST yang di rawat disini, Mereka hanya di rawat satu malam saja, untuk hasil rekam medis secara keseluruhan nya, nanti sekitar 2 hari lagi bapak ke sini ya, karena sudah saya laporkan ke Dokter yang menanganinya” Sebut petugas IGD RS Bhayangkara yang dikatahui bernama Egika..**Red/999

Bagikan Ke :