Warga Kec. Ambalau Kab. Sintang Mengeluh, BBM Dan Gas 3Kg Terjadi Kelangkaan
Foto : Warga Kec. Ambalau Saat Menggelar Aksi

Sorot Kasus News – Sintang Kalbar : Sejumlah warga Kecamatan Ambalau Kabupaten Sintang provinsi Kalimantan Barat mengeluh akibat terjadinya kelangkaan pada Bahan Bakar Minyak ( BBM ) dan pasokan Gas Elpiji 3 Kilogram. (10/1/2026)
Sejumlah warga yang tergabung dalam Aksi Masyarakat Peduli Kecamatan Ambalau menggelar aksi protes di halaman Kantor Camat Ambalau.
Hal ini dilakukan sebagai bentuk protes warga dengan membawa jerigen kosong dan tabung gas kosong terhadap Pemerintah Kabupaten Sintang yang dianggap tidak mampu menjaga stok kebutuhan masyarakat, khususnya dalam ketersediaan BBM dan Gas Elpiji 3 Kg.
Tokoh Masyarakat yang juga sekaligus kordinator aksi, Antonius Junas mengatakan kondisi saat ini sangat berdampak langsung terhadap kehidupan masyarakat setempat.
Karena menurutnya, dengan terjadi kelangkaan ini, harga dapat melonjak tinggi dari Harga Eceran Terendah ( HET ), sehingga warga memasak harus dengan kayu bakar.

“Kalau dibiarkan hal ini terus terjadi, bisa bisa warga disini kembali ke zaman penjajahan, karena harus memasak dengan kayu bakar, ini mungkin terjadi akibat adanya permainan mafia” Sebutnya
Junas juga menyebutkan, dengan kelangkaan BBM tentunya akan berdampak pada semuanya, karena menurutnya jalur transportasi satu satu nya yang ada di Kecamatan Ambalau adalah transportasi air.
“Semua aktifitas warga lumpuh, karena disini transportasi satu satunya adalah transportasi air, dengan kondisi seperti ini secra otomatis akan berdampak besar pada warga, perekonomian mati total” Kesalnya
Sementara penanggung jawab aksi, Yosef Obeng, menyatakan warga tidak akan tinggal diam jika penderitaan ini terus dibiarkan.
“Kami muak. Aparat dan pemerintah harus bertindak. Jangan biarkan mafia migas mempermainkan nasib masyarakat Ambalau. Kami berhak hidup layak, berhak atas energi dengan harga wajar,” tegas Yosef.
Aksi damai ini menjadi peringatan keras bagi pemerintah daerah, aparat penegak hukum, dan pihak terkait, Jika krisis ini terus dibiarkan, Warga Kecamatan Ambalau akan kehilangan harapan.**Skn/Apui

