Dua Rumah Wartawan Hanyut Ikut Terbawa Arus Banjir Di Beutong Ateuh Banggalang Meulaboh

Sorot Kasus News – Meulaboh : Banjir bandang yang melanda di Kecamatan Beutong Ateuh Banggalang, Kabupaten Nagan Raya, sejak Rabu (26/11/2025), berdampak mengakibatkan kerusakan akses jalan serta lumpuhnya jaringan komunikasi.
Dari kejadian tersebut, 2 rumah milik wartawan media Gajah Putih, Banta Sulaiman dan wartawan dari media Meuligoe Berita Samsuar ikut terbawa arus banjir.
Kedua wartawan tersebut yang rumah nya ikut terbawa arus banjir bandang diketahui tergabung dalam organisasi pers Sekber Wartawan Indonesia ( SWI ).
Berdasarkan informasi yang di himpun dilapangan, banjir yang meluapkan aliran sungai membawa material lumpur, batu, dan pepohonan, menyapu semua rumah permukiman warga yang berada di sepanjang bantaran sungai.
Bencana hidrometeorologi ini dipicu oleh intensitas hujan ekstrem yang mengguyur wilayah pegunungan Beutong Ateuh secara terus-menerus, Hingga aliran sungai menjadi meluap.

Kedua wartan tersebut kini kehilangan tempat tinggal, sementara keluarga mereka terpaksa bertahan di tenda pengungsian bersama warga lainnya.
Ditemui di lokasi pengungsian pada Sabtu (29/11/2025), Banta Sulaiman wartawan Gajahputihnews.com yang juga Wakil Ketua SWI Aceh Barat mengungkapkan bahwa banjir datang dalam hitungan menit dan langsung menghantam pemukiman warga di desanya.
“Alhamdulillah keluarga semua selamat. Namun rumah kami hilang total dibawa arus. Kalau ditaksir, kerugiannya mencapai ratusan juta rupiah,” tuturnya dengan nada sedih.
Tak hanya rumah, Banta juga kehilangan tanah seluas satu hektare yang selama ini lahan tersebut dijadikan lahan perkebunan untuk mencukupi keluarganya, Kini Lahan tersebut kini berubah menjadi aliran sungai baru akibat banjir yang terjadi.
“Rumah yang baru saja kami bangun pun habis disapu air, Banyak keluarga di sini kehilangan tempat tinggal. Semuanya terjadi begitu cepat dan tidak sempat menyelamatkan apa pun,” Keluhnya.
Selain permukiman warga yang terdampak, akses jalan utama menuju beberapa desa di Beutong Ateuh Banggalang juga putus total.
Jembatan penghubung serta ruas jalan yang berada dekat dengan aliran sungai tergerus hingga tidak dapat dilalui oleh kendaraan.
Sementara Samsurdi yang juga menjadi korban, mengaku dirinya dan keluarga berhasil menyelamatkan diri saat banjir mulai naik. Namun rumah yang selama ini ditempati tidak lagi ditemukan.
“Kami selamat, tapi rumah hilang, Tidak ada yang tersisa, Kalau dihitung-hitung, kerugiannya juga mencapai ratusan juta,” ungkapnya singkat.
Hingga berita ini di lansir, proses evakuasi dan pendistribusian bantuan masih terkendala cuaca serta jalan yang tidak dapat dilalui. Sejumlah relawan, aparat TNI-Polri, dan petugas BPBD Nagan Raya terus berupaya membuka akses dan menyalurkan bantuan darurat.**Skn/Sahabuddin/Tim

