April 20, 2026
Beranda » Atasi Banjir, Pemko Pekanbaru Butuh Anggaran Dana Rp. 1 Triliun, Begini Kata Kadis PUPR Nya

Atasi Banjir, Pemko Pekanbaru Butuh Anggaran Dana Rp. 1 Triliun, Begini Kata Kadis PUPR Nya

Atasi Banjir, Pemko Pekanbaru Butuh Anggaran Dana Rp. 1 Triliun, Begini Kata Kadis PUPR Nya

Foto Doc : Plt Kadis PUPR Kota Pekanbaru Edward Riansyah

Sorot Kasus News – Pekanbaru : Menyikapi persoalan banjir yang kerap terjadi dibeberapa wilayah, Pemko Pekanbaru melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) kini memfokuskan langkah pada penyusunan masterplan drainase.

Hal ini dikatakan Plt Kepala Dinas PUPR Pekanbaru, Edward Riansyah, dalam penyusunan masterplan drainase dilakukan berdasarkan hasil evaluasi di lapangan dan pemetaan kondisi eksisting.

Baca Juga :  Antisipasi Datangnya Banjir, Wali Kota Pekanbaru Minta Masterplan Dan Drainase Segera Diperbaharui

Berdasarkan perhitungan dari masterplan banjir dan drainase, total kebutuhan anggaran untuk penanganan banjir di Pekanbaru mencapai lebih dari Rp1 triliun, dan Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho saat ini telah berkordinasi dengan Menko Infrastruktur untuk mendapatkan bantuan dana dari pemerintah pusat.

“Terkait masalah anggaran dana, pak Wali juga sudah bertemu Menko Infrastruktur untuk membahas dukungan dana dari pusat,” ujarnya

Edward juga memaparkan penyusunan masterplan drainase ini akan mengacu pada data masterplan banjir yang pernah disusun, terdapat 311 titik banjir di Pekanbaru baik di jalan protokol maupun kawasan permukiman warga.

Dicontohkannya, seperti di Jalan Arifin Achmad ruas panjangnya sekitar 4,2 kilometer, namun idealnya karena harus ada di dua sisi sehingga totalnya 8,4 kilometer.

Banjir juga disebabkan adanya penyempitan akibat adanya jembatan ruko, sehingga mempersempit saluran air dan bahkan menutupi aliran.

“Kalau di hitung ada sekitar 52 jembatan ruko, dan ini juga sebagai penyebab banjir, karena terjadi penyempitan aliran air” Tambahnya

Sejauh ini Pemko Pekanbaru, telah menyelesaikan permasalah banjir baru sekitar 30 persennya saja, dan dilakukan pengerjaannya secara bertahap, karena terhambat dengan kemampuan keuangan daerah.

Edward juga menjelaskan, banjir yang kerap kali terjadi di kota pekanbaru bukan karena terjadinya curah hujan, melainkan adanya drainase yang rusak, tidak terkoneksi, tersumbat sedimentasi dan sampah.**Skn/999

Bagikan Ke :